Pageviews last month

Thursday, May 21, 2015

Cantik... Berkarir... Berduit...

That's what I wanna be when I was teenager. Ketika saya berusia 15 tahun saya sudah memimpikan diri saya seperti saat ini. Seorang wanita yang alhamdulillah memiliki karir. Untuk urusan duit kalo saya mau EGOIS memikirkan kebutuhan sendiri dan ga peduli sama sekitar maka sudah bisa dibilang saya berduit. Tapi kebetulan saya belum bisa bantu saudara saya yang kekurangan, saya belum bisa memenuhi kebutuhan adik saya sendiri yang saat ini mereka masih bergantung kepada pendapatan kedua orang tua saya maka titel berduit yang dikira orang tadisaya coret dulu. Saya belum pantas dikatakan berduit karena Inilah alasan saya berada di bisnis ini.

Kenapa saya berani mengatakan "YA" ketika diajak oleh teman saya untuk bergabung???
Ini Dia alasan nya :

1. I Love the Product

Saya kenal produk Oriflame saat memasuki masa kuliah. Produk yang pertama kali saya beli adalah : Lip Balm. Hehehe... Anak kuliahan sanggupnya beli itu dulu. Lip Balm nya sangat cocok untuk bibir saya yang saat itu masih belia. Saat itu belum pernah dirawat karena memang belum merasa butuh. Saya langsung diajak bergabung oleh teman saya karena ditawarkan diskon 30% untuk konsultan langsung. Hmmm.. Gede juga yaa.. Tapi saya tidak ditawarkan dan dijelaskan lebih lanjut mengenai keuntungan apasaja yang akan saya dapatkan jika menjadi member selain diskon 30% tersebut. Jadilah saat itu saya konsultan dengan kriteria penjual dan pemakai.
Berhubung masih kuliah, ada kendala modal dan pemasaran. Teman-teman kampus saya lebih jago marketing nya.
Sebelum bergabung di Oriflame via d'BCN seperti sekarang, saya juga sempat menjadi konsultan Oriflame sebagai pemakai saja. Yaa itu tadi, karena saya cinta produk nya yang terbuat dari bahan alami.

2. Rasa PENASARAN

Sampai akhirnya saya menemukan bisnis d'BCN. Iseng mengisi data disalahsatu iklan. Terus-terusan dikirimi email mengenai motivasi-motivasi dan pengalaman-pengalaman seri Mba Nadia Meutia semenjak bergabung di Oriflame. Penasaran??? So PASTI lah... Saat itu saya hanya satu kali difollow up oleh pemilik iklan. Tapi email dari d'BCN yang dikirimkan secara berkala saya biarkan terus masuk dan semakin saya baca, semakin saya penasaran.
Sayangnya pemilik iklan hanya memfollow up saya sekali dan saat itu saya masih kurang percaya untuk memberikan KTP saya kepada orang yang belum saya kenal.
Sampai akhirnya saya diajak oleh teman kantor saya untuk bergabung bersama d'BCN. Tidak perlu fikir 2x saya langsung bilang ya dan menyerahkan KTP beserta biodata saya. Saat itu uang pendaftarannya hanya Rp.9900...

3. Sistem yang ADIL

Sejak bergabung di Oriflame bersama d'BCN inilah saya baru sadar bahwa sistem yang dimiliki MLM ini sangat adil. Siapa yang benar-benar bekerja, dialah yang akan segera mencapai impiannya.
Oriflame ini murni MLM dengan sistem yang sehat. Ga semua orang paham mekanisme MLM yang benar dan menyamaratakan semua  bisnis MLM sebagai money games. Produknya jelas-jelas dipake buat kebutuhan sehari-hari. Bukan produk yang di "ada-ada" in supaya dianggap MLM.

4. Jenjang Karir yang jelas

Iya nih, jenjang karir disini ini sangat jelas dan transparan. 3 tahun kerja diperusahaan besar jenjang karir dan kenaikan gaji nya masih burem proses nya seperti apa. Makanya saya memilih untuk lebih fokus ke bisnis ini ketimbang ngeluhin ketidakjelasan sistem yang ada dikantor. Ntar dibilan g ga bersyukur lagi *syukurin deh tuh.

5. Komunitas Positif.

Ini nih yang paling berharga buat saya. Di bisnis ini saya bertemu dengan orang-orang yang positiiiiiiive banget pola berpikirnya. Kita juga diajarin kenapa harus berpikiran positif. Temenan sama tukang parfum pasti kecipratan wangi. Temenan ama pencuri setidaknya kita bakal diajarin bohong. Gitu deh kira-kira analogi nya.

Kira-kira inilah alasan terbesar saya memilih bisnis ini. 

Thursday, May 14, 2015


Nemu tulisan ini di Facebook nya One Day One Juz, Saya kaget liat gambar nya. Ternyata tulisan ini disadur dari Blog https://tarbiahmoeslim.wordpress.com/category/hadits/kumpulan-hadits-pernikahan/ . Apa benar kewajiban rumah tangga (Memasak, Menyapu, Mencuci dll) sebenarnya justru adalah kewajiban Suami. Lohh..?? Iya saya juga kaget...
Bismillah, semoga tulisan yang saya sadur ini tidak disalah artikan oleh wanita lain sehingga menjadi senjata untuk melawan suami ya ^_^ . Sesungguhnya ini dapat menjadi ladang amal bagi kita sebagai wanita yang butuh Ridho suami kita.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Di subuh yang dingin,,, ku dapati ibu sudah sibuk memasak untuk keluarga..

"Ibu masak apa? Bisa ku bantu?"

"Ini masak gurame goreng. Sama sambal tomat kesukaan bapak" sahutnya..


"Alhamdulillah.. mantab pasti.. mari saya bantu. Eh bu.. calon istriku dia tidak bisa masak loh.."

"Iya terus kenapa,,?" Sahut ibu..

"Ya tidak kenapa2 sih bu.. hanya cerita saja, hehehe"..

"Jangan di pikir memasak, mencuci, menyapu, mengurus rumah dan lain lain itu kewajiban wanita"

"Hah.? Maksut ibu..?" Kaget..

"Itu semua adalah kewajiban lelaki"

"Tapi bukankah ibu setiap hari melakukannya?"

"Kewajiban istri adalah taat pada suami. Karena bapak itu tidak mungkin bisa mengurusi rumah maka ibu bantu mengurusi semuanya. Sebagai wujud cinta dan juga wujud istri yang mencari ridho suaminya"

Saya makin bingung bu.

"Bukankah kewajiban lelaki untuk menafkahi istri? Baik itu sandang, pangan, dan papan" tanya ibu..

"Iya tentu saja bu.."

"Menurut mu pengertian nafkah itu yang seperti apa? Pakaian yang bersih adalah nafkah. Sehingga mencuci adalah kewajiban suami. Makanan adalah nafkah. Kalau beras. Itu masih setengah nafkah. Karena belum bisa di makan. Sehingga memasak adalah kewajiban suami. Lalu rumah adalah kewajiban suami. Sehingga kebersihan rumah adalah kewajiban suami"

"Waaaaah.. sampai segitunya bu..? Lalu jika itu semua kewajiban suami. Kenapa ibu tetap melakukan itu semuanya tanpa menuntut bapak sekalipun?

"Karena ibu juga seorang istri yang mencari ridha dari suaminya. Ibu juga mencari pahala agar selamat di akhirat sana. Karena ibu mencintai ayahmu, mana mungkin ibu tega menyuruh ayahmu yang baru pulang bekerja untuk melakukan tugas itu semua. Jika ayahmu berpunya mungkin pembantu bisa jadi solusi. Tapi jika belum ada, ini adalah ladang pahala untuk ibu"

Aku hanya diam..

"Pernah dengar cerita fatimah yang meminta pembantu kepada Nabi karena tangan nya lebam karena menumbuk tepung?" Tapi Nabi tidak memberinya.

Atau pernah dengar juga saat Umar di Omeli istrinya? Umar diam saja karena tahu betul. Wanita kecintaannya sudah melakukan tugas macam2 yang sebenarnya itu bukanlah tugas istri. Tapi karena patuh dan taatnya wanita semua ridha di kerjakannya.

"Iya buu..."

"Jadi laki laki selama ini salah sangka ya bu, seharusnya setiap lelaki bertrimakasih pada istrinya. Lebih sayang dan lebih menghormati jerih payah istri."

"Eh. Terus kenapa ibu tetap mau melakukan semuanya padahal itu bukan kewajiban ibu?"

"Menikah bukan hanya soal menuntut hak kita. Atau menuntut kewajiban suami kita. Tapi banyak hal lain. Menurunkan ego. Menjaga keharmonisan. Mengalah. Kerja sama. Kasih sayang. Cinta. Dan Persahabatan. Menikah itu perlombaan untuk brusaha membaikan satu sama lain. Yang wanita sebaik mungkin membantu suaminya. Yang lelaki sebaik mungkin membantu istrinya. Toh impianya rumah tangga sampai surga"

"Subhanallah.. eeh kalo calon istriku tau hal ini dan dia malas ngapa2 in bu?"

"Wanita beragama tentu tau bahwa ia harus mencari keridhoan suaminya. Sehingga tidak mungkin setega itu. Sedang lelaki beragama tentu tau bahwa istrinya telah banyak membantu. Sehingga tidak ada cara lain selain lebih mencintainya"
"Hening..."

Muslim Stay Handsome

Wednesday, May 6, 2015

Pernah GAGAL?

Pertanyaan klise yang jawaban nya pasti cuma 1. PERNAH
Saya si ga percaya kalo ada orang yang sukseeeessss terus perjalanan bisnis nya.
Kalo saya pribadi ngerasain banget kalo gagal itu rasanya GA ENAK... >_<
Iyaaa ga enak banget, karena lagi-lagi kita harus mengulang dari awal lagi.
Tapiiiiii... kegagalan itu hal baik kok. Gagal itu = Sukses yang tertunda. Ngerti tertunda dong pastinya.. Tertunda arti nya belom sekarang. Kalo belom sekarang artinya pasti kesuksesan itu akan segera datang.
Bagaimana cara kita menyikapi kegagalan itu sendiri menjadi poin kita untuk dapat bergerak menjadi lebih baik lagi atau malah lebih buruk... Saya si pengen nya lebih baik lagi pasti... ;)

Tips saya untuk yang pernah mengalami kegagalan :

1. Cari tau root caused atau penyebab awal kegagalan bisa terjadi.

Kita bisa list kira-kira kegagalan kita berasal dari mana dan bagaimana bisa terjadinya. Dengan mengetahui penyebab nya kita bisa tau solusi seperti apa yang dapat kita pakai untuk menghadapi kegagalan tersebut.

2. Minta orang ke tiga untuk berpendapat atas apa yang telah anda lakukan dan apa yang anda alami sebagai konsekuensi nya.

Pendapat orang lain mungkin akan lebih membangun bagi kita karena mereka lebih jujur dan melihat permasalahan yang kita alami lebih jernih lagi. Metode ini akan lebih efektif jika dilakukan dengan metode Coaching. Dengan metode Coaching biasanya kita bisa menjawab sendiri solusi atas permasalahan kita.

3. Terima kegagalan, Perbaiki dan Bangkit LAGI.

3 hal ini menjadi poin penting bagi kita untuk menghadapi kegagalan. Dengan menerima kegagalan, dan memperbaikinya maka kita akan lebih mudah untuk bangkit lagi.