Thursday, August 28, 2014
Sunday, August 24, 2014
Promo Mulai tanggal 25 Agustus-30 September
Seneeeeeeng banget jalanin bisnis yang selalu support kosultannyanya dengan berbagai promo...
Mulai hari ini sampe tanggal 30 September depan bakalan ada promo yang ga cuma untuk member baru tapi juga untuk para konsultan yang bisa mencapai target-target yang diberikan.
Bulan ini Oriflame bekerjasama dengan 10 UKM Indonesia untuk memproduksi hadiah untuk para member Oriflame. Keren yaaa.. Oriflame Cinta Indonesia bangeeeettttt... Yuuukkkk sekalian kita ikutan mendorong kemajuan UKM Indonesia. Nihh yaaa aq kasih tau Promo dan cara-caranya :
Untuk member baru :
Untuk member baru caranya gimana???
Nih yaa saya coba share cara nya gimana :
Promo member baru :
- Daftarkan diri sebagai konsultan Oriflame hanya dengan biaya pendaftaran sebesar Rp.9900. Syarat : Bukan member aktif Oriflame, fotocopy KTP dan berusia min. 18 tahun.
- Lakukan BP pertama (Orderan pertama) minimal Rp. 200.000,- selama periode program dan dapatkan Oriflame Beauty Wonder Balm senilai Rp.89.000,- GRATIIIIIIISSSSSS...
- Welcome Program :
- Welcome Program 1 : Kumpulkan orderan dengan cara menyebarkan katalog sehingga terkumpul orderan 100 BP (1 BP senilai Rp.5800 tergantung dengan BP masing-masing produk) di 30 hari pertama bergabung dan dapatkan Rock Angel Parfume dibulan berikutnya senilai Rp.249.000,- GRATIS!
- Welcome Program 2 : Di bulan berikutnya kumpulkan orderan 100 BP lagi dan dapatkan Batik Chick Wallet for Oriflame senilai Rp.389.00,- GRATIS!
- Welcome Program 3 : Memasuki bulan berikutnya setelah Welcome Program 2 tercapai, Member baru periode 25 Agustus-30 September masih mendapatkan kesempatan untuk menjemput Bonus Welcome Program 3 dengan cara kembali mengumpulkan 100 BP lagi dan berhak atas 1 Batik Chic Bag for Oriflame senilai Rp.649.000 GRATIS!
- Member Baru juga punya kesempatan GEDE untuk menjemput gaji bulanan untuk step awal di Oriflame :

- Ada Lagi Bonus Bussiness Class berupa discount dibulan berikutnya. Berikut rinciannya :
Untuk member lama juga tetap dapat hadiah kok...
Kejar Promo nya juga yaa...
- Dengan Rekrut 2 Orang dan ajarkan 2 orang tersebut untuk jemput 100 BP(Welcome Program 1) maka anda akan berhak atas 1 Batik Chic Wallet dan 1 Batik Chic Bag seharga total : Rp.1.047.000,-
- Dan jika anda berhasil mengajak 3 orang member baru mencapai 100 BP pertamanya (WP1) maka anda berhak atas 1 Batik Chic Wallet dan 1 Batik Chic Bag plus 1 Power Woman EDT seharga total : Rp. 1.426.000
Tunggu apa lagiiiiiiiiiiiiiiiii??????
Saturday, August 9, 2014
Fenomena Ibu Bekerja
Fenomena ibu bekerja sebenarnya bukan lagi hal baru. Saya berkata demikian karena saya dibesarkan oleh seorang ibu yang bekerja sebagai seorang guru. Orang tua saya tidak termasuk orang yang mampu menghasilkan uang berlebih untuk menyewa seorang asisten rumah tangga atau bahkan pengasuh. Jadilah waktu kecil saya dititipkan kepada nenek atau saudara dari orang tua saya. Banyak yang bilang, karena orang tua saya "hanya" seorang guru maka waktu mereka masih cukup banyak untuk memperhatikan tumbuh kembang saya dan adik saya setiap harinya.
Mungkin yang mereka sampaikan benar. Karena jujur saya tidak merasa kekurangan kasih sayang dari kedua orang tua saya. Beruntunglah saya memiliki masa kecil dengan kehidupan yang sederhana namun manis.
Saya beruntung karena orang tua saya "hanya" seorang guru. Saya bilang "hanya" bukan berarti saya meremehkan posisi guru. Karena begitulah kata-kata yang terlontar dari mereka saat saya membanggakan orangtua saya. Itu karena saat saya kecil tugas seorang guru tidak seberat seorang wanita kantoran yang menghabiskan waktu seharian dikantor. Sesuai dengan gaji yang mereka terima.
Bagaimana dengan fenomena ibu bekerja yang terjadi saat ini?
Banyak kejadian yang kita dengar dan lihat di televisi mengenai anak-anak korban penculikan, pelecehan seksual bahkan korban mutilasi. *Naudzubillah min dzalik. Lalu apakah mereka juga korban dari fenomena ibu yang bekerja? Jawaban saya : BISA JADI.
Seberapa percaya anda kepada asisten rumahtangga anda atau pengasuh anak anda?
Seberapa kenal anda dengan mereka sehingga anda mempercayakan kehidupan anak anda, buah cinta kasih anda ?
Berapa lama anda sudah mengenal asisten anda?
Bisa jadi orang yang baru anda kenal menjadi seorang yang merusak masa depan anak anda. Rusaknya masa depan mereka sama saja dengan merusak masa depan anda kan?
Saya menulis tulisan ini bukan berarti saya tidak PRO terhadap fenomena ibu bekerja.
Seorang ibu masih memiliki hak untuk menjalankan Passion mereka dalam bekerja dan berpenghasilan. Namun alangkah indah nya jika mendapat penghasilan sambil melihat tumbuh kembang sikecil.
Saya merasa sangat miris dengan pengalaman rekan kerja saya yang harus 8 jam dikantor (bahkan seringkali lebih) sementara ada 2 orang anak yang membutuhkan belaian ibu nya. Pagi berangkat saat sikecil belum bangun, dan pulang saat mereka sudah terlelap. Bahkan sang ibu rela meninggalkan bayinya yang masih membutuhkan ASI yang rutin. Berdalih kebutuhan hidup yang makin tinggi maka sang ibu terpaksa menahan rindu untuk bertemu si buah hati. Belum lagi jika si kecil yang sudah bersekolah sementara butuh perhatian lebih dari ibunda nya dari sisi penyampaian ilmu dan materi. Hal ini mungkin bisa di dapatkan dari guru Les Private atau tempat kursus. Tapi saya rasa itu saja tidak cukup. Ada sisi psikologis anak yang menginginkan bimbingan tersebut berasal dari orang tua mereka. *based on my own experience
Saya mungkin nantinya memilih untuk berpenghasilan dari rumah saja karena saya tau untuk jadi Working Mom (Ibu Bekerja) bukan lah sesuatu yang tega untuk saya lakukan. Banyak fasilitas yang dapat digunakan saat ini untuk bisa berpenghasilan dari rumah. Terima kasih untuk para ibu yang telah dengan rela meninggalkan cita-citanya bekerja di perusahaan impiannya demi membesarkan para penerus bangsa yang jenius.
Saya pernah membaca bahwa di negara maju Jepang, ada yang nama nya "Kyoku Mama" (Ibu Pendidikan). Faktanya para ibu di Jepang rata-rata tidak bekerja. Mereka benar-benar bertugas menjadi pendidik dan pengurus anak-anak mulai dari bangun tidur di pagi hari hingga terlelap dimalam hari. Semua ada dalam didikan sang ibu.
Para Kyoku Mama ini menanamkan kesopanan, kebersihan pada anak mereka. Jangan salah lho... Rata-rata mereka justri lulusan S1/S2. Mereka sekolah tinggi bukan untuk berkarier akan tetapi untuk "mendidik anak" karena itulah karier tertinggi bagi seorang wanita.
Maka tidak salah jika orang-orang Jepang disiplin, etos kerja tinggi, menjaga kebersihan karena it semua hasil didikan dari "Kyoku mama". Bisa dibilang juga perekonomian Jepang ditopang oleh Kyoku mama. Fungsi sekolah hanyalah untuk transfer ilmu saja.
Hmmm.. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk para ibu yang masih galau memilih antara karir atau perkembangan putra putri penerus bangsa. Insyaallah nantinya setelah saya diberi amanah dari Allah untuk membesarkan putra putri penerus bangsa, saya tidak akan lagi mengejar karir saya dengan bekerja di kantor. Siap-siap dari sekarang dengan membekali diri dengan pengalaman berbisnis karena saya tahu saya tidak akan selamanya hidup bersama suami dan dapat mengandalkan penghasilan suami. Wanita harus bisa mandiri tanpa harus menyombongkan diri dimata suami. Mandiri dalam artian mampu menjadi support untuk suami.
Terimakasih atas waktunya :) Let's be a good Mom for your kids...
Mungkin yang mereka sampaikan benar. Karena jujur saya tidak merasa kekurangan kasih sayang dari kedua orang tua saya. Beruntunglah saya memiliki masa kecil dengan kehidupan yang sederhana namun manis.
Saya beruntung karena orang tua saya "hanya" seorang guru. Saya bilang "hanya" bukan berarti saya meremehkan posisi guru. Karena begitulah kata-kata yang terlontar dari mereka saat saya membanggakan orangtua saya. Itu karena saat saya kecil tugas seorang guru tidak seberat seorang wanita kantoran yang menghabiskan waktu seharian dikantor. Sesuai dengan gaji yang mereka terima.
Bagaimana dengan fenomena ibu bekerja yang terjadi saat ini?
Banyak kejadian yang kita dengar dan lihat di televisi mengenai anak-anak korban penculikan, pelecehan seksual bahkan korban mutilasi. *Naudzubillah min dzalik. Lalu apakah mereka juga korban dari fenomena ibu yang bekerja? Jawaban saya : BISA JADI.
Seberapa percaya anda kepada asisten rumahtangga anda atau pengasuh anak anda?
Seberapa kenal anda dengan mereka sehingga anda mempercayakan kehidupan anak anda, buah cinta kasih anda ?
Berapa lama anda sudah mengenal asisten anda?
Bisa jadi orang yang baru anda kenal menjadi seorang yang merusak masa depan anak anda. Rusaknya masa depan mereka sama saja dengan merusak masa depan anda kan?
Saya menulis tulisan ini bukan berarti saya tidak PRO terhadap fenomena ibu bekerja.
Seorang ibu masih memiliki hak untuk menjalankan Passion mereka dalam bekerja dan berpenghasilan. Namun alangkah indah nya jika mendapat penghasilan sambil melihat tumbuh kembang sikecil.
Saya merasa sangat miris dengan pengalaman rekan kerja saya yang harus 8 jam dikantor (bahkan seringkali lebih) sementara ada 2 orang anak yang membutuhkan belaian ibu nya. Pagi berangkat saat sikecil belum bangun, dan pulang saat mereka sudah terlelap. Bahkan sang ibu rela meninggalkan bayinya yang masih membutuhkan ASI yang rutin. Berdalih kebutuhan hidup yang makin tinggi maka sang ibu terpaksa menahan rindu untuk bertemu si buah hati. Belum lagi jika si kecil yang sudah bersekolah sementara butuh perhatian lebih dari ibunda nya dari sisi penyampaian ilmu dan materi. Hal ini mungkin bisa di dapatkan dari guru Les Private atau tempat kursus. Tapi saya rasa itu saja tidak cukup. Ada sisi psikologis anak yang menginginkan bimbingan tersebut berasal dari orang tua mereka. *based on my own experience
Saya mungkin nantinya memilih untuk berpenghasilan dari rumah saja karena saya tau untuk jadi Working Mom (Ibu Bekerja) bukan lah sesuatu yang tega untuk saya lakukan. Banyak fasilitas yang dapat digunakan saat ini untuk bisa berpenghasilan dari rumah. Terima kasih untuk para ibu yang telah dengan rela meninggalkan cita-citanya bekerja di perusahaan impiannya demi membesarkan para penerus bangsa yang jenius.
Saya pernah membaca bahwa di negara maju Jepang, ada yang nama nya "Kyoku Mama" (Ibu Pendidikan). Faktanya para ibu di Jepang rata-rata tidak bekerja. Mereka benar-benar bertugas menjadi pendidik dan pengurus anak-anak mulai dari bangun tidur di pagi hari hingga terlelap dimalam hari. Semua ada dalam didikan sang ibu.
Para Kyoku Mama ini menanamkan kesopanan, kebersihan pada anak mereka. Jangan salah lho... Rata-rata mereka justri lulusan S1/S2. Mereka sekolah tinggi bukan untuk berkarier akan tetapi untuk "mendidik anak" karena itulah karier tertinggi bagi seorang wanita.
Maka tidak salah jika orang-orang Jepang disiplin, etos kerja tinggi, menjaga kebersihan karena it semua hasil didikan dari "Kyoku mama". Bisa dibilang juga perekonomian Jepang ditopang oleh Kyoku mama. Fungsi sekolah hanyalah untuk transfer ilmu saja.
Hmmm.. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk para ibu yang masih galau memilih antara karir atau perkembangan putra putri penerus bangsa. Insyaallah nantinya setelah saya diberi amanah dari Allah untuk membesarkan putra putri penerus bangsa, saya tidak akan lagi mengejar karir saya dengan bekerja di kantor. Siap-siap dari sekarang dengan membekali diri dengan pengalaman berbisnis karena saya tahu saya tidak akan selamanya hidup bersama suami dan dapat mengandalkan penghasilan suami. Wanita harus bisa mandiri tanpa harus menyombongkan diri dimata suami. Mandiri dalam artian mampu menjadi support untuk suami.
Terimakasih atas waktunya :) Let's be a good Mom for your kids...
Thursday, August 7, 2014
Penyebab belum berhasi kira-kiraaa....
Tulisan ini saya copy dari Blog Great great Upline yang selalu menjadi inspirasi jaringan nya.
Saya merasa ditampar bolak-balik mengingat memang saya belum benar-benar melakukan apa yang menjadi kewajiban saya. Insaaapppppppp..... Ketika yang lain sudah naik panggung saya masih jadi penonton. It's time to Move ON!!! Ngaca!!! Ngaca!!! Perbaiki!!!!!!
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aisshhhh Maki, baru 2.5 tahun, kayak yang udah tulisannya tau banget aja yaaa, hehehe. Kali ini mau share aja dari yang saya tau kenapa kita belum berhasil di bisnis MLM Oriflame. Saya bukan background marketing, atau pakar, ini saya ambil dari pengalaman 2.5 tahun ini menjalani sendiri bisnis MLM Oriflame.
Coba dicek yaa, sama2 kok kita selalu ngaca juga apakah ada diantara ini yang menjadi penyebabnya yaaa...
1. TIDAK MAU SEGERA MENGAMBIL TANGGUNG JAWAB
Kalau upline bisa melakukan sesuatu yang hebat, kita akan bilang "waahh kereeen dia hebaaatttt" and that's it tanpa mengambil pelajarannya dan tanpa mau MELAKUKAN JUGA apa yang udah dicontohkan oleh upline tsb. Upline hanya mencontohkan, gak selamanya upline akan ngelakuin hal itu buat kita. Segera tiru segera duplikasi kebisaannya. Setelah jadi murid segeralah jadi guru.
Kita hidup juga gak selamanya jadi anak-anak terus, akan tiba saatnya jadi orangtua yang punya anak juga.
2. APA CIRI KHAS KITA?
Yakin sama yang kita lakukan.
3. MENYALAHKAN SISTEM dan ORANG LAIN
Ciri khas mereka yang tidak mau bertanggung jawab, padahal ya tanggung jawab atas hidupnya sendiri. Kalau berhasil yang menikmati ya dirinya dan keluarganya, kenapa gitu yang ditunjuk2 orang lain? :)
Kalau papa suka cerita tentang sepeda yang dipake sama atlit, sepeda yang dipake atlet kemudian menang lomba, pasti di tahun depannya sepeda itu akan jadi mahal, terkenal, semua orang berlomba-lomba membelinya. Sepeda tersebut naik pamornya!
Apakah yang beli akan langsung bisa menang lomba spt atlet tsb?
Bukan kendaraaanya, bukan alatnya, tapi BAGAIMANA menjalankannya...
4. MALAS BELAJAR
5. SUDAH SEMUA!
Kata orang pinter itu juga juga butuh kaca, apa kaca itu? Kaca itu adalah mentor kita yang akan bilang kita salah atau kita benar, kita masih ada di jalur atau melenceng, kita perlu dikoreksi :)
6. MENGANGGAP BISNIS ITU SERBA PASTI
Jadi, tidak pasti.
Bisnis tidak bisa seperti itu. Kalau ada hambatan ya kita cari tau apa yang bikin terhambat dan harus bagaimana, apa jalan keluarnya. Kebanyakan hanya diam dan bingung. Berharap bos yang menyelesaikan, padahal bosnya tidak ada, kitalah pucuk pimpinannya, kita harus bikin keputusan, menerima resiko dll. Kalau siap naik penghasilannya ya siap juga tanggung jawab bertambah seiring naiknya penghasilan :)
Gaji pertama 128 ribu kemudian menjadi 40an juta dalam 2 tahun, saya cuma pernah alami di Oriflame. Buat saya disini tempat saya mengembangkan diri untuk jadi pribadi yang lebih baik lagi, lebih kuat, lebih kaya pengalaman, dan jadi jalan untuk saya dan keluarga merasakan hal2 luar biasa yang belum pernah kami rasakan sebelumnya :) Saya gak nemuin jalan lain selain Oriflame untuk dapetin semua di atas. Terlebih pengembangan dirinya :)
5 tahun lagi, 10 tahun lagi, masa depan keluarga saya percayakan di Oriflame.
Mau ini dan itu, pingin berhasil, pingin punya ini dan itu, nggak bisa datang sendiri, tapi harus dijemput, harus dikerjain dengan fokus.
Sama-sama ngaca yuk temen2, apa yang bikin belum berhasil, saya pun juga teruss belajar...
Kadang kita lupa, ya memang kita ini downline, tapi kita juga upline, atau kalaupun belum punya downline ya kita akan segera jadi seorang upline (ga ada di bisnis jaringan yang dia bisa berhasil dan mengerjakan semuanya sendirian, pasti berhasil karena bisa membina teamnya). Saking kita ingetnya kita ini adalah downline, kita terus2an "ngempeng" sama upline. Berdiri di belakang upline.
Setiap orang itu unik, punya pribadi masing2, ya iyalah kan orangtuanya beda, tempat tinggalnya beda, teman2nya juga beda-beda. Saya punya downline yang pendiam tapi beliau rapiiii sekali. Ada juga downline yang ceria gedabrukan dan cara kerjanya agak berantakan, hehehehe. Semuanya unik dan semuanya potensi. Kalo kata video yang saya liat di Youtube, be yourself, kita nggak bisa jadi peniru ulung, tapi kita selalu bisa jadi versi terbaik dari diri kita sendiri.
Yakin dan percaya diri sama diri kita apa adanya, deh!
Kan kata Katy Perry, baby you're a firework! :)
"Ah aku juga udah pernah ikut, gak berhasil tuh!"
"Ah aku juga di jaringannya mbak yang hebat itu yang fastest leader, tapi ya sama aja tuh!"
Akhirnya digeneralisir bahwa sistemnya tidak bagus, menipu, dll.
Akan hebat spt atlet tsb?
Ya engga lah, lha si atlet latihan siang malam, yang beli latihan juga enggak?
Berapa banyak yang suka menyalahkan upline dan bilang "tidak diajarin upline"?
Berapa banyak yang bertanya kenapa saya begini tapi etraining tidak ada, training tidak muncul, buka google dan youtube tidak pernah.
Berapa banyak yang masih tanya TIPSnya APA?
Kita punya pertanyaan tapi kita malas mencari jawabannya. Atau, kita sudah tau jawabannya tapi kita malas melakukannya. Kita selalu menggantungkan nasib sama orang lain, padahal nasibnya siapa? nasib kita, harusnya bergantungnya ke siapa? Ke kita dong! :)
"Udah lakuin SEMUA tapi kok hasilnya belum ada?"
Darimana kita tahu kalau kita sudah melakukan SEMUA? Apa saja itu yang kita sebut SEMUA?
Padahal pak Vladimir yang leader nomor 1 dunia aja beliau bilang, saya suka belajar, saya belajar tiap hari supaya diri saya dan ilmu saya menjadi lebih baik lagi.
Bisnis Oriflame ini tidak pasti. Gaji bisa turun, dan bisa naik, hohohoho jujur banget makiii :p. Jujur, saya pernah turun gaji 1x. Selain itu? Ya kalo bisa diusahakan untuk naik ya usahakan naik :) Alhamdulillah setelah itu kapok gak mau gak fokus, gaji naik terus sampai saat ini. Pernah dalam sebulan naik gaji 6 juta hehehe.
Kebanyakan orang maunya pasti.
Kalo ngajak temen, pasti diterima.
Kalau tupo, pasti naik level.
Kalau dateng training sekali, langsung pinter.
Semoga bermanfaat :)
Subscribe to:
Posts (Atom)

