Pageviews last month

Tuesday, June 23, 2015

Jakarta Oh Jakarta

Mo share sedikit nih tentang kisah awal saya bisa sampai di kota besar yang bernama Jakarta. Perkenalkan saya seorang gadis yang lahir di sebuah dusun di Sumatera Barat yang kelahirannya dibantu oleh seorang dukun beranak dan kemudian diboyong oleh Orang tua tercinta ke ibu kota Sumatera Barat (Padang), tumbuh dan besar di Padang. Setelah terkurung selama lebih dari 20 tahun di Padang memilih untuk melanglang buana di kota besar ini.
Sebuah ketidaksengajaan awalnya. Niat ingin sekedar liburan tapi ternyata bertemu takdir untuk mencari nafkah disini. Luar biasa terkaget nya melihat betapa beragamnya kehidupan di Jakarta. I kinda love it. The varieties of Ethnics, Style, Passion and Culture. Saya yang terbiasa bertemu dengan orang-orang yang berpola pikir seragam, merasa kagum dan sangat merasa bersyukur bertemu dengan beragam nya pola pikir yang memancing rasa ingin tahu saya untuk bisa mempelajari semuanya.Saya hauuusssss.... Saya Lapaarrrrr.... :D
Statement yang menyatakan JAKARTA ITU KERAS adalah statement yang sangat benar. Bagaimana tidak? Dari sisi psikologis saja sudah ketahuan betapa hidup dikota besar ini kita dituntut untuk mampu bersaing dengan orang sekitar. Mulai dari persaingan untuk mendapatkan lahan tempat tinggal, pekerjaan hingga makanan.
Tapi saya melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang positif. Karena memang sewajarnya lah manusia itu harus berjuang untuk hidup nya. Betapa banyak pejuang kehidupan di Jakarta ini. Saya lebih sering dipetemukan dengan orang-orang hebat ketika saya di Jakarta dibandingkan dengan saat saya di Padang dulu. Thanks Allah for this chance. Tapi bukan berarti juga orang-orang yang saya temui di Padang bukan orang-orang hebat lho yaaa,,, Orang hebat dalam kacamata saya adalah Orang-orang yang tidak hanya mampu menyelesaikan koflik hidupnya, tapi juga mereka yang mampu menjadi inspirasi bagi sekitar. Statement Jakarta itu Keras lah yang menciptakan orang-orang hebat. Yang lebih hebatnya lagi, mereka tidak sadar jika mereka telah menghebatkan dirinya.
Anda mungkin bertanya kenapa saya tidak melirik segi kriminalitas yang terjadi di Jakarta?
*Senyum ^_^
Saya juga pernah kok jadi korban kejahatan di Jakarta. Lalu apakah saya masih melihat para penjahat itu sebagai orang yang hebat juga dan patut menjadi contoh? Bagaimana dengan pengemis di jalanan yang dengan mudah nya menengadahkan tangan untuk menyambung hidupnya. Ya. Bagi saya mereka orang-orang hebat. Hanya cara mereka mencari solusi sedikit berbeda. Sudahlah, fokus saja memperbaiki diri kita sendiri. Kenapa kita mesti mengeluarkan energi untuk mencaci dan menjelekkan golongan lain. Toh saya pribadi belum tentu lebih baik dari mereka. Saya tidak pernah tahu kenapa mereka sampai memilih jalan itu. Jadi berdoa saja, semoga kita semua segera dituntun menuju jalan yang benar dimata Allah.
Goals yang ingin saya capai di Jakarta ini adalah menjadi seorang calon ibu yang tangguh dari sisi fisik, mental dan financial untuk putra putri saya nantinya. Ibu yang cerdas karena pengalaman bertemu orang-orang hebat. Ibu yang penuh kasih sayang yang siap memberikan pelayanan terbaik. Sampai sekarang pun saya masih ingin belajar lebih banyak lagi di kota besar ini. Sambil terus memperbaiki diri menjadi anak yang lebih berbakti bagi kedua orang tua saya. Selain itu saya juga masih terhitung sangat baru dalam dunia Rumah Tangga. (Pengantin baru ceritanya.. Hehe.. :D
Terimakasih Yaa Raab atas kesempatan yang luar biasa yang Engkau berikan ini. Apakah Jakarta cukup bagiku? Tidak. Engkau Maha Tahu isi hati hambaMu ini. Betapa hamba ingin menyicipi lebih banyak lagi kehidupan di luarsana. Bumi Mu tidak hanya Jakarta. Izinkan suatu saat nanti hamba bisa menjelajahi setiap negri di bumi ini. Izinkan hamba membahagiakan orang-orang tercinta hamba. Izinkan pula hamba menjadi pribadi yang dapat mereka banggakan. Aamiin.

Sunday, June 21, 2015

7 Cara Mengatasi Takut Gagal


Tulisan dibawah ini saya sadur dari status salah satu TOP Leader d'BCN. Mba Dian Endryana. Semoga tulisan ini bermanfaat ya readers ^_^
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Memiliki perasaan takut gagal mungkin sesuatu yang wajar. Namun jika terus terkungkung oleh perasaan itu hingga tak pernah bisa melakukan apa-apa, perlu diwaspadai.

Orang seperti ini hanya mau bermain di area safe. Namun sebenarnya bermain di area safe pun memiliki risiko besar. Setidaknya ia tak akan beranjak dari kondisinya saat ini.

Sebenarnya, ketakutan itu hanya karena orang terlalu underestimate terhadap kemampuannya. Nah, strategi berikut akan membantu mengatasi ketakutan gagal dan menumbuhkan keberanian.

1. Pertimbangkan ongkos yang harus dipikul jika kita melewatkan peluang yang berada di hadapan. Misalnya, kita tak akan bisa mengatasi masalah keuangan yang sedang kita hadapi padahal masalah ini telah mengganggu begitu lama. Atau jika tak diambil, kita tak akan pernah dipromosikan jadi manajer, direktur atau jabatan penting lainnya.

2. Lakukan penelitian untuk menemukan sisi baik dan buruknya dari suatu kesempatan. Ketidaktahuan adalah sumber terbesar dari ketakutan. Ketika kita tidak tahu apa yang sedang kita hadapi, konsekuensi yang kita hadapi akan selalu tampak lebih besar dari kondisi sebenarnya. Karena itu tumbuhkan keberanian atau minat untuk mencari tahu apa yang sedang kita hadapi. Lakukan riset. Dengan cara ini kita akan menemukan sisi baik dan buruknya dari kesempatan yang tengah dihadapi sehingga kita bisa tahu apa saja risikonya.

3. Tampilkan skenario terburuk. Jika kita mengejar suatu impian dan tenyata gagal meraihnya, seberapa lama mental kita akan pulih untuk kembali hidup normal atau berani mengejar kesempatan lain? Umumnya kemampuan kita pulih jauh lebih cepat dari perkiraan kita.

Misalnya kita adalah karyawan suatu perusahaan, namun merasa tidak betah berada di sana karena berbagai alasan. Namun untuk berhenti dan mencari pekerjaan baru takut tidak akan mendapatkannya atau kalaupun mendapatkannya pasti akan diraih setelah sekian lama mencarinya. Padahal seringkali jika mencobanya, tak akan begitu lama atau begitu sulit pekerjaan baru akan didapat.

4. Memahami manfaat kegagalan. Ada peribahasa, hidup adalah serangkaian percobaan, makin sering kita mencobanya makin baik kehidupan bisa kita raih. Setiap kegagalan adalah percobaan untuk melakukan sesuatu, semacam eksperimen, serta juga merupakan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Bahkan jika kegagalan itu berakibat pada kerugian finansial, manfaatnya dapat dikonversi sebagai bahan pelajaran yang jauh lebih mahal dari kerugian keuangan yang kita dapat.

5. Membuat rencana alternatif. Cara lain untuk mengatasi ketakutan akan kegagalan adalah dengan mengurangi sisi negatifnya. Atasi risikonya dengan membuat rencana alternatif. Jika pilihan pertama gagal, kita dapat mempertahankan status quo dengan rencana cadangan yang solid. Berani gagal bukan berarti kita harus mengambil risiko kehilangan semuanya. Jika kita mengelola risiko dengan cerdas, kita dapat mengambil manfaat dari peluang yang memiliki risiko tinggi sambil kita menebar jaring penyelamat untuk berjaga-jaga agar kita tak jatuh terpuruk.

6. Take action. Cara terbaik untuk mengurangi rasa takut dan membangun kepercayaan diri adalah dengan mengambil tindakan (take action). Begitu kita melakukannya, kita akan mulai mengumpulkan pengalaman dan pengetahuan. Semuanya sulit pada saat melakukannya pertama kalinya. Ini seperti melompat dari tebing ke dalam danau. Setelah kita melakukannya sekali, kita akan melihat bahwa air tersebut aman dan setiap kali kita mencobanya lagi segalanya akan berjalan lebih mudah. Karena itu take action. Mulailah dengan langkah kecil sambil membangun kepercayaan diri sampai takut gagal bisa kita atasi sebaik-baiknya.

7. "Membakar perahu". Ini pepatah Yunani kuno. Ketika tentara Yunani melintasi laut untuk berperang, hal pertama yang mereka lakukan setelah mendarat adalah membakar perahu mereka sendiri. Dengan cara ini tak ada jalan untuk pulang. Satu-satunya jalan adalah maju berperang dengan upaya mati-matian. Begitu pun kala mengejar apa yang kita inginkan. Dengan tak punya alternatif lain kita akan mati-matian mengejar peluang yang ada.

Nah, mari atasi ketakutan, sukses sudah menanti. Ketakutan terjadi hanya karena kita underestimate terhadap kemampuan kita sendiri.

Wednesday, June 17, 2015

Tarawih dan Sahur Pertama bersama Suami

Marhaban Yaa Ramadhan... Alhamdulillaaaahhhh... Tahun ini Ramadhan nya kembali  spesial. Tulisan ini saya tulis pada tanggal 18 Juni 2015 bertepatan dengan 1 Ramadhan. Postingan kali ini judul nya mau curhat sih. Hehehehe...
Alhamdulillah tahun ini Ramadhan bisa bersama keluarga lagi. Kalo dulu bareng keluarga besar, sekarang bersama keluarga kecil kami. Aaahhhhhh... Nikmat nyaaa... Alhamdulillah juga saya di berkahi suami yang mau belajar untuk lebih baik lagi. Tarawih pertama kami ga di Mesjid. Tapi di kamar berjamaah berdua. Aaahhhhh... So HAPPY for it. He's the best. Ga pernah saya sesalkan mempertahankan hubungan ini sampai saat ini. Saya yakin dan percaya, semua kekurangan yang ada pada diri saya akan dapat diperbaiki oleh suami saya. Begitu pula sebaliknya. Saya akan terus belajar dan mengajar suami untuk menjadi lebih baik lagi. Bukan kah itu salah satu hakikat pernikahan kan ya? Semoga tarawih berjama'ah ini dapat kami kerjakan secara konsisten. Ga cuma diawal tapi sampai lebaran nanti. Aamiin.
Setelah Tarawih dan Witir gantian saya yang pimpin do'a. Bukannya seharusnya suami? Pasti yang readers fikir seperti itu kan??? Hehehe... Iyaaa samaa... Saya juga mikir gitu. Tapi saya tahu persis apa yang diinginkan suami pasti tidak akan jauh berbeda dengan apa yang saya inginkan. Suami kan udah mau belajar untuk jadi imam. Nah gantian saya yang belajar baca doa nya. Hehe. Ga ada salah nya toh. Mungkin nanti bakal ada sesi gantian baca do'a nya. Biar saya tahu bahasa dan penyampaian seperti apa yang dibacakan oleh suami saya.
Untuk sahur, beruntung saya masih ada adek yang mau bantu masak. Jadi masak berdua gitu. Saya masak sayur, sang adek masak lauk nya. Sederhana tapi nikmat. Fabiayyi 'aala irabbikuma tukadziban... Tak henti-henti nya saya bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah kepada saya tahun ini. Semoga saya dapat lebih baik lagi dan lebih banyak berkah lagi untuk kami semua. Aamiin.

Selamat menunaikan ibadah puasa ya Readers. Semoga segala amalan kita di bulan ini dibalas dan semua do'a diijabah oleh Allah SWT. Aamiin.. Jaga kesehatannya yaa. ^_^

Friday, June 12, 2015

HORRAY... Another REWARDS

Per tanggal 7 kemarin tepat nya saya resmi akan mendapatkan tas senilai Rp. 699000 dari Oriflame. Iyaa Oriflame itu baiiikkkk banget. Tadinya sempet ragu bisa apa ngga nya ngumpulin orderan sampe 200 BP. Sekitar 1.4 jutaan. Ternyata, baru tanggal 7 udah TUPO aja. Yaaayyyy... Dapet rewards lagi. Ya mau gimana, produk nya Repeat Order nya TINGGI BANGET! Ya mestinya ga susah jualan nya. Aku pribadi juga make jadinya sekalian mengalihkan belanja bulanan pake produk nya Oriflame. Kalo ke Swalayan sekarang ga beli sabun ato sampo lagi. Hehe...
Paling suka nya lagi, kalo di bisnis ini suka di kasih papan recognisi gitu. Semacam Hall Of Fame di Wall FB :D Alhamdulillah, selanjutnya bisa fokusin rekrutnya untuk promo sampai tanggal 15 nanti. Bismillah... Semoga dilancarkan. Aamiin...


Monday, June 8, 2015

Ingat-Ingat Pesan Mama

Sekali-sekali tulisan nya tentang hal pribadi boleh dooong... Bismillah.. Sekarang saya lagi pengen nulis pesan-pesan mama sebelum akhirnya saya di persunting oleh laki-laki pilihan saya. Tadinya saya sendiri ragu apa saya sanggup menerima segala kelebihan dan kekurangan lelaki yang saya kenal sejak kuliah dulu. 8 tahun masa kami pacaran bukan berarti kami sudah bisa menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mungkin banyak hal yang sudah kami ketahui satu sama lain. Kelebihan dan kekurangan nya juga sudah sama-sama tau. Hanya saja untuk menerima dan menyikapinya masih  butuh proses yang tidak sebentar. 8 tahun ternyata belum cukup.
Bahkan orang tua saya sendiri menceritakan bahwa sampai saat ini masih ada kekurangan mereka yang belum bisa diterima. Akan tetapi apakah hal tersebut lantas menjadi alasan untuk mengakhiri suatu hubungan? Ya nggak lahhh. Sering banget kan yaaa saya dengar di TV kalo banyak pasangan yang baru beberapa bulan menikah lalu barfikir untuk mengakhiri hubungan mereka. Amit-amit deh yaaaa jangan sampe dehhh kepikiran yang negatif-negatif gitu.
Point tulisan saya malam hari ini bukan tentang perceraian selebritis. Tapi lebih ke nasehat-nasehat apa saja yang harus diingat dalam menjalankan bahtera rumah tangga. Banyaaaakkkk banget tulisan tentang hal ini di Google (Silahkan di search sendiri kalo ga percaya). Tapi boleh dong saya yang punya Blog ini ikut membahas dan berpendapat sendiri.

Waktu di screening oleh petugas KUA yang notabene mantan tetangga saya dulu, beliau menanyakan kepada saya yang ngakunya tamatan Madrasah, (Yes, I am) "Apakah kewajiban seorang istri?" Lalu saya menjawab : " Menjaga nama baik Suami ". Sang bapak mengangguk-angguk sambil tersenyum. (trilili li li li li li li, *upss malah ngelantur). Iya dong, kalo bukan istri siapa lagi orang yang wajib menjaga nama baik suami nya. Tidak lama kemudian, si Bapak bertanya kepada tunangan saya waktu itu, (sekarang sih  udah mantan tunangan, hehe ) "Menurut saudara, apa kewajiban seorang suami?" Dan diapun menjawab : "Menafkahi istri Lahir Bathin". Lagi-lagi si Bapak tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
Salah satu point penting dalam pernikahan dapat kami jawab dengan benar dan kemudian si Bapak menceritakan hal-hal yang lebih detail hinggal hal-hal kecil seperti menyiapkan minum untuk suami di Pagi hari. Banyaaakkkk sekali informasi dan petuah-petuah yang diberikan oleh beliau yang insyaallah akan terus saya ingat. (I'll try my best to keep it in my mind).

1 hal yang tidak saya dengar dari bapak tersebut, disampaikan oleh Mama tersayang. (Mungkin si bapak lupa kali ya). Yaitu : Mengalah bukan berarti kalah, beribadah dan berserah dirilah hanya kepada Allah SWT. Sudah sering sih dengar kalimat mengalah bukan berarti kalah. Sudah sering juga berkoar-koar di FB pake kalimat itu. Tapi ya memang kalimat inilah yang menjadi senjata terbaik dalam berumah tangga. Tidak ada rugi nya mengalah dalam suatu urusan. Apalagi untuk orang yang akan membimbing kita seumur hidup menuju Jannah Nya. Hubungan pernikahan hendaknya tidak dengan melebihkan cinta kita terhadap suami melebihi cinta kita terhadap Allah. Hanya Allah lah Dzat yang pantas kita cintai lebih dari apapun. Akan tetapi, cinta Allah, hanya akan kita dapatkan dengan Ridho orang tua dan ridho suami. Mama bilang, sebenar apapun sikap kita sebagai istri, jika suami tidak ridho, maka tinggalkan, karena sesungguhnya itu lebih baik bagi kita (istri). Kecuali untuk hal-hal yang bertentangan dengan Aqidah.

Ahhh beruntungnya saya memiliki suami yang penyayang. Insyaallah dia akan menjadi imam terbaik bagi saya yang masih memiliki banyak kekurangan. Insyaallah akan menjadi jodoh dunia akhirat. Aamiin.