Pageviews last month

Sunday, August 24, 2014

Promo Mulai tanggal 25 Agustus-30 September

Horraaaaaaaaaaaaaayyyyyyyyyyyyyyyyyy............

Seneeeeeeng banget jalanin bisnis yang selalu support kosultannyanya dengan berbagai promo...
Mulai hari ini sampe tanggal 30 September depan bakalan ada promo yang ga cuma untuk member baru tapi juga untuk para konsultan yang bisa mencapai target-target yang diberikan.
Bulan ini Oriflame bekerjasama dengan 10 UKM Indonesia untuk memproduksi hadiah untuk para member Oriflame. Keren yaaa.. Oriflame Cinta Indonesia bangeeeettttt... Yuuukkkk sekalian kita ikutan mendorong kemajuan UKM Indonesia. Nihh yaaa aq kasih tau Promo dan cara-caranya :

Untuk member baru :


Untuk member baru caranya gimana???
Nih yaa saya coba share cara nya gimana :

Promo member baru :

  1. Daftarkan diri sebagai konsultan Oriflame hanya dengan biaya pendaftaran sebesar Rp.9900. Syarat : Bukan member aktif Oriflame, fotocopy KTP dan berusia min. 18 tahun.
  2. Lakukan BP pertama (Orderan pertama) minimal Rp. 200.000,- selama periode program dan dapatkan Oriflame Beauty Wonder Balm senilai Rp.89.000,- GRATIIIIIIISSSSSS...
  3. Welcome Program :
    1. Welcome Program 1 : Kumpulkan orderan dengan cara menyebarkan katalog sehingga terkumpul orderan 100 BP (1 BP senilai Rp.5800 tergantung dengan BP masing-masing produk) di 30 hari pertama bergabung dan dapatkan Rock Angel Parfume dibulan berikutnya senilai Rp.249.000,- GRATIS!
    2. Welcome Program 2 : Di bulan berikutnya kumpulkan orderan 100 BP lagi dan dapatkan Batik Chick Wallet for Oriflame senilai Rp.389.00,- GRATIS! 
    3. Welcome Program 3 : Memasuki bulan berikutnya setelah Welcome Program 2 tercapai, Member baru periode 25 Agustus-30 September masih mendapatkan kesempatan untuk menjemput Bonus Welcome Program 3 dengan cara kembali mengumpulkan 100 BP lagi dan berhak atas 1 Batik Chic Bag for Oriflame senilai Rp.649.000 GRATIS!
  4. Member Baru juga punya kesempatan GEDE untuk menjemput gaji bulanan untuk step awal di Oriflame :
  5. Ada Lagi Bonus Bussiness Class berupa discount dibulan berikutnya. Berikut rinciannya :



Untuk member lama juga tetap dapat hadiah kok...
Kejar Promo nya juga yaa... 
  1. Dengan Rekrut 2 Orang dan ajarkan 2 orang tersebut untuk jemput 100 BP(Welcome Program 1) maka anda akan berhak atas 1 Batik Chic Wallet dan 1 Batik Chic Bag seharga total : Rp.1.047.000,- 
  2. Dan jika anda berhasil mengajak 3 orang member baru mencapai 100 BP pertamanya (WP1) maka anda berhak atas  1 Batik Chic Wallet dan 1 Batik Chic Bag plus 1 Power Woman EDT seharga total : Rp. 1.426.000

Tunggu apa lagiiiiiiiiiiiiiiiii??????

Saturday, August 9, 2014

Fenomena Ibu Bekerja

Fenomena ibu bekerja sebenarnya bukan lagi hal baru. Saya berkata demikian karena saya dibesarkan oleh seorang ibu yang bekerja sebagai seorang guru. Orang tua saya tidak termasuk orang yang mampu menghasilkan uang berlebih untuk menyewa seorang asisten rumah tangga atau bahkan pengasuh. Jadilah waktu kecil saya dititipkan kepada nenek atau saudara dari orang tua saya. Banyak yang bilang, karena orang tua saya "hanya" seorang  guru maka waktu mereka masih cukup banyak untuk memperhatikan tumbuh kembang saya dan adik saya setiap harinya.

Mungkin yang mereka sampaikan benar. Karena jujur saya tidak merasa kekurangan kasih sayang dari kedua orang tua saya. Beruntunglah saya memiliki masa kecil dengan kehidupan yang sederhana namun manis.

Saya beruntung karena orang tua saya "hanya" seorang guru. Saya bilang "hanya" bukan berarti saya meremehkan posisi guru. Karena begitulah kata-kata yang  terlontar dari mereka saat saya membanggakan orangtua saya. Itu karena saat saya kecil tugas seorang guru tidak seberat seorang wanita kantoran yang menghabiskan waktu seharian dikantor. Sesuai dengan gaji yang mereka terima.

Bagaimana dengan fenomena ibu bekerja yang terjadi saat ini?

Banyak kejadian yang kita dengar dan lihat di televisi mengenai anak-anak korban penculikan, pelecehan seksual bahkan korban mutilasi. *Naudzubillah min dzalik. Lalu apakah mereka juga korban dari fenomena ibu yang bekerja? Jawaban saya : BISA JADI.

Seberapa percaya anda kepada asisten rumahtangga anda atau pengasuh anak anda?
Seberapa kenal anda dengan mereka sehingga anda mempercayakan kehidupan anak anda, buah cinta kasih anda ?
Berapa lama anda sudah mengenal asisten anda?

Bisa jadi orang yang baru anda kenal menjadi seorang yang merusak masa depan anak anda. Rusaknya masa depan mereka sama saja dengan merusak masa depan anda kan?
Saya menulis tulisan ini bukan berarti saya tidak PRO terhadap fenomena ibu bekerja.
Seorang ibu masih memiliki hak untuk menjalankan Passion mereka dalam bekerja dan berpenghasilan. Namun alangkah indah nya jika mendapat penghasilan sambil melihat tumbuh kembang sikecil.

Saya merasa sangat miris dengan pengalaman rekan kerja saya yang harus 8 jam dikantor (bahkan seringkali lebih) sementara ada 2 orang anak yang membutuhkan belaian ibu nya. Pagi berangkat saat sikecil belum bangun, dan pulang saat mereka sudah terlelap. Bahkan sang ibu rela meninggalkan bayinya yang masih membutuhkan ASI yang rutin. Berdalih kebutuhan hidup yang makin tinggi maka sang ibu terpaksa menahan rindu untuk bertemu si buah hati. Belum lagi jika si kecil yang sudah bersekolah sementara butuh perhatian lebih dari ibunda nya dari sisi penyampaian ilmu dan materi. Hal ini mungkin bisa di dapatkan dari guru Les Private atau tempat kursus. Tapi saya rasa itu saja tidak cukup. Ada sisi psikologis anak yang menginginkan bimbingan tersebut berasal dari orang tua mereka. *based on my own experience

Saya mungkin nantinya memilih untuk berpenghasilan dari rumah saja karena saya tau untuk jadi Working Mom (Ibu Bekerja) bukan lah sesuatu yang tega untuk saya lakukan. Banyak fasilitas yang dapat digunakan saat ini untuk bisa berpenghasilan dari rumah. Terima kasih untuk para ibu yang telah dengan rela meninggalkan cita-citanya bekerja di perusahaan impiannya demi membesarkan para penerus bangsa yang jenius.

Saya pernah membaca bahwa di negara maju Jepang, ada yang nama nya "Kyoku Mama" (Ibu Pendidikan). Faktanya para ibu di Jepang rata-rata tidak bekerja. Mereka benar-benar bertugas menjadi pendidik dan pengurus anak-anak mulai dari bangun tidur di pagi hari hingga terlelap dimalam hari. Semua ada dalam didikan sang ibu.
Para Kyoku Mama ini menanamkan kesopanan, kebersihan pada anak mereka. Jangan salah lho... Rata-rata mereka justri lulusan S1/S2. Mereka sekolah tinggi bukan untuk berkarier akan tetapi untuk "mendidik anak" karena itulah karier tertinggi bagi seorang wanita.

Maka tidak salah jika orang-orang Jepang disiplin, etos kerja tinggi, menjaga kebersihan karena it semua hasil didikan dari "Kyoku mama". Bisa dibilang juga perekonomian Jepang ditopang oleh Kyoku mama. Fungsi sekolah hanyalah untuk transfer ilmu saja.

Hmmm.. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk para ibu yang masih galau memilih antara karir atau perkembangan putra putri penerus bangsa. Insyaallah nantinya setelah saya diberi amanah dari Allah untuk membesarkan putra putri penerus bangsa, saya tidak akan lagi mengejar karir saya dengan bekerja di kantor. Siap-siap dari sekarang dengan membekali diri dengan pengalaman berbisnis karena saya tahu saya tidak akan selamanya hidup bersama suami dan dapat mengandalkan penghasilan suami. Wanita harus bisa mandiri tanpa harus menyombongkan diri dimata suami. Mandiri dalam artian mampu menjadi support untuk suami.

Terimakasih atas waktunya :) Let's be a good Mom for your kids...

Thursday, August 7, 2014

2 Minutes hijab style

Penyebab belum berhasi kira-kiraaa....



Tulisan ini saya copy dari Blog Great great Upline yang selalu menjadi inspirasi jaringan nya.

Saya merasa ditampar bolak-balik mengingat memang saya belum benar-benar melakukan apa yang menjadi kewajiban saya. Insaaapppppppp..... Ketika yang lain sudah naik panggung saya masih jadi penonton. It's time to Move ON!!! Ngaca!!! Ngaca!!! Perbaiki!!!!!!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aisshhhh Maki, baru 2.5 tahun, kayak yang udah tulisannya tau banget aja yaaa, hehehe. Kali ini mau share aja dari yang saya tau kenapa kita belum berhasil di bisnis MLM Oriflame. Saya bukan background marketing, atau pakar, ini saya ambil dari pengalaman 2.5 tahun ini menjalani sendiri bisnis MLM Oriflame.

Coba dicek yaa, sama2 kok kita selalu ngaca juga apakah ada diantara ini yang menjadi penyebabnya yaaa...
1. TIDAK MAU SEGERA MENGAMBIL TANGGUNG JAWAB
Kalau upline bisa melakukan sesuatu yang hebat, kita akan bilang "waahh kereeen dia hebaaatttt" and that's it tanpa mengambil pelajarannya dan tanpa mau MELAKUKAN JUGA apa yang udah dicontohkan oleh upline tsb. Upline hanya mencontohkan, gak selamanya upline akan ngelakuin hal itu buat kita. Segera tiru segera duplikasi kebisaannya. Setelah jadi murid segeralah jadi guru.
Kita hidup juga gak selamanya jadi anak-anak terus, akan tiba saatnya jadi orangtua yang punya anak juga.
2. APA CIRI KHAS KITA?
Yakin sama yang kita lakukan.
3. MENYALAHKAN SISTEM dan ORANG LAIN
Ciri khas mereka yang tidak mau bertanggung jawab, padahal ya tanggung jawab atas hidupnya sendiri. Kalau berhasil yang menikmati ya dirinya dan keluarganya, kenapa gitu yang ditunjuk2 orang lain? :)
Kalau papa suka cerita tentang sepeda yang dipake sama atlit, sepeda yang dipake atlet kemudian menang lomba, pasti di tahun depannya sepeda itu akan jadi mahal, terkenal, semua orang berlomba-lomba membelinya. Sepeda tersebut naik pamornya!
Apakah yang beli akan langsung bisa menang lomba spt atlet tsb?
Bukan kendaraaanya, bukan alatnya, tapi BAGAIMANA menjalankannya...
4. MALAS BELAJAR
5. SUDAH SEMUA!
Kata orang pinter itu juga juga butuh kaca, apa kaca itu? Kaca itu adalah mentor kita yang akan bilang kita salah atau kita benar, kita masih ada di jalur atau melenceng, kita perlu dikoreksi :)
6. MENGANGGAP BISNIS ITU SERBA PASTI
Jadi, tidak pasti.
Bisnis tidak bisa seperti itu. Kalau ada hambatan ya kita cari tau apa yang bikin terhambat dan harus bagaimana, apa jalan keluarnya. Kebanyakan hanya diam dan bingung. Berharap bos yang menyelesaikan, padahal bosnya tidak ada, kitalah pucuk pimpinannya, kita harus bikin keputusan, menerima resiko dll. Kalau siap naik penghasilannya ya siap juga tanggung jawab bertambah seiring naiknya penghasilan :)
Gaji pertama 128 ribu kemudian menjadi 40an juta dalam 2 tahun, saya cuma pernah alami di Oriflame. Buat saya disini tempat saya mengembangkan diri untuk jadi pribadi yang lebih baik lagi, lebih kuat, lebih kaya pengalaman, dan jadi jalan untuk saya dan keluarga merasakan hal2 luar biasa yang belum pernah kami rasakan sebelumnya :) Saya gak nemuin jalan lain selain Oriflame untuk dapetin semua di atas. Terlebih pengembangan dirinya :)
5 tahun lagi, 10 tahun lagi, masa depan keluarga saya percayakan di Oriflame.
Mau ini dan itu, pingin berhasil, pingin punya ini dan itu, nggak bisa datang sendiri, tapi harus dijemput, harus dikerjain dengan fokus.
Sama-sama ngaca yuk temen2, apa yang bikin belum berhasil, saya pun juga teruss belajar...

Kadang kita lupa, ya memang kita ini downline, tapi kita juga upline, atau kalaupun belum punya downline ya kita akan segera jadi seorang upline (ga ada di bisnis jaringan yang dia bisa berhasil dan mengerjakan semuanya sendirian, pasti berhasil karena bisa membina teamnya). Saking kita ingetnya kita ini adalah downline, kita terus2an "ngempeng" sama upline. Berdiri di belakang upline.

Setiap orang itu unik, punya pribadi masing2, ya iyalah kan orangtuanya beda, tempat tinggalnya beda, teman2nya juga beda-beda. Saya punya downline yang pendiam tapi beliau rapiiii sekali. Ada juga downline yang ceria gedabrukan dan cara kerjanya agak berantakan, hehehehe. Semuanya unik dan semuanya potensi. Kalo kata video yang saya liat di Youtube, be yourself, kita nggak bisa jadi peniru ulung, tapi kita selalu bisa jadi versi terbaik dari diri kita sendiri.

Yakin dan percaya diri sama diri kita apa adanya, deh!

Kan kata Katy Perry, baby you're a firework! :)

"Ah aku juga udah pernah ikut, gak berhasil tuh!"

"Ah aku juga di jaringannya mbak yang hebat itu yang fastest leader, tapi ya sama aja tuh!"

Akhirnya digeneralisir bahwa sistemnya tidak bagus, menipu, dll.

Akan hebat spt atlet tsb?

Ya engga lah, lha si atlet latihan siang malam, yang beli latihan juga enggak?

Berapa banyak yang suka menyalahkan upline dan bilang "tidak diajarin upline"?

Berapa banyak yang bertanya kenapa saya begini tapi etraining tidak ada, training tidak muncul, buka google dan youtube tidak pernah.

Berapa banyak yang masih tanya TIPSnya APA?

Kita punya pertanyaan tapi kita malas mencari jawabannya. Atau, kita sudah tau jawabannya tapi kita malas melakukannya. Kita selalu menggantungkan nasib sama orang lain, padahal nasibnya siapa? nasib kita, harusnya bergantungnya ke siapa? Ke kita dong! :)

"Udah lakuin SEMUA tapi kok hasilnya belum ada?"

Darimana kita tahu kalau kita sudah melakukan SEMUA? Apa saja itu yang kita sebut SEMUA?

Padahal pak Vladimir yang leader nomor 1 dunia aja beliau bilang, saya suka belajar, saya belajar tiap hari supaya diri saya dan ilmu saya menjadi lebih baik lagi.

Bisnis Oriflame ini tidak pasti. Gaji bisa turun, dan bisa naik, hohohoho jujur banget makiii :p. Jujur, saya pernah turun gaji 1x. Selain itu? Ya kalo bisa diusahakan untuk naik ya usahakan naik :) Alhamdulillah setelah itu kapok gak mau gak fokus, gaji naik terus sampai saat ini. Pernah dalam sebulan naik gaji 6 juta hehehe.

Kebanyakan orang maunya pasti.

Kalo ngajak temen, pasti diterima.

Kalau tupo, pasti naik level.

Kalau dateng training sekali, langsung pinter.

Semoga bermanfaat :)

Sunday, July 6, 2014

Ga Pake Galau, Just Keep Moving On

Hari ini memasuki minggu kedua Ramadhan. Dan hari inipun saya mendapatkan berita yang membuat saya shock dan langsung bercermin  atas kesalahan saya selama ini selama menjalankan bisnis ini.
Ya, saya tersentak menyadari bahwa saya telah benar-benar dzolim kepada downline-downline saya. Saya tidak benar-benar membimbing mereka menuju impian-impian mereka. Bisa saja saya cuci tangan dan turut serta menyalahkan upline saya yang meninggalkan saya di bulan kedua saya bergabung dan menitipkan saya ke Upline nya yang saya sendiri belum mengenal beliau. Tapi... saya benar-benar tidak berniat menyalahkan siapa pun. Saya adalah PENENTU masa depan saya sendiri. Jika saat ini ternyata tidak sesuai dengan yang saya inginkan dulu, artinya saya lah yang salah.
Saatnya Ngaku DOSA :

  1. Saya tidak benar-benar memfokuskan diri saya pada 1 hal yang penting bagi masa depan saya. 
  2. Saya masih beralasan ini itu karena kesalahan sendiri yang tidak tau mana yang prioritas mana yang bukan
  3. Masalah dalam hidup sudah pasti ada dan seharusnya saya jadikan tantangan tapi ternyata masalah hidup saya jadikan kambing hitam atas ketidakberhasilan dalam bisnis dan pekerjaan saya.
  4. Saya masih terlalu egois memikirkan kenyamanan diri sendiri sementara Orang tua saya yang belum saya bahagiakan dan saya sama sekali tidak tahu berapa sisa umur mereka (Yaa Raab, Berikanlah hamba kesempatan untuk membahagiakan mereka. Aamiin)
  5. Saya sudah belajar banyak hal akan tetapi tidak semua yang saya implementasikan dalam hidup saya.
Masih banyaaakk lagi pasti dosa-dosa saya yang mengakibatkan saya berada dikegalauan seperti sekarang. Tapi inilah saatnya saya belajar untuk mempraktekkan Ilmu Lempeng yang sudah diajarkan oleh Upline-upline saya yang baik hati. 
Stop!!!
Ga Pake Galau, Just Keep Moving On.
Udah tahu salah, PERBAIKI!
Jangan ulangi!
Terus BELAJAR!
Terus MEMANTASKAN DIRI!
Saat jatuh? Lekas BERDIRI!
Ada mama, papa yang menunggu untuk dibahagiakan.
Ada adik-adik yang juga ingin diwujudkan impian-impian nya.
Dan Impian saya sendiri juga sudah tidak sabar ingin segera diwujudkan.


Written by :

Saya yang ingin menjadi lebih baik lagi


Saturday, May 3, 2014

Bisnis MLM Menurut SAFIR SENDUK


Beberapa info MLM ala Safir Senduk


Pak Safir yang terhormat,


Saya seorang ibu rumah tangga. Saya baru saja membaca tulisan Bapak tentang bisnis jaringan pemasaran, dan saya sangat tertarik sekali membacanya. Tapi kok, saya sering melihat ada banyak teman saya gagal menjalankan bisnis seperti itu. Saya juga berpikir, apakah saya bisa menjalankan bisnis seperti itu? Bisnisnya sih menarik, tapi ini lho, waktunya. Sebagai ibu rumah tangga yang punya dua anak yang masih kecil, apa saya bisa menjalankan bisnis seperti yang Bapak ceritakan?


Terus ada satu lagi. Ketika saya menunjukkan artikel Bapak kepada suami saya, dia mengatakan bahwa bisnis seperti itu bagus, tapi bisnis itu hanya biasa dijalankan oleh orang-orang dari kalangan ekonomi tertentu saja. Mungkin karena suami saya merasa bahwa dia sudah berkecukupan barangkali ya? Saya sendiri cukup tersinggung mendengarnya. Memang sih, sampai saat ini kami sekeluarga hidup berkecukupan. Tapi apa salahnya kami menjalankan bisnis itu? Sepanjang itu halal enggak apa-apa kan Pak Safir?


Mohon tanggapannya dan terima kasih banyak. Mudah-mudahan Pak Safir bisa terus memberikan informasi tentang bisnis-bisnis seperti ini sehingga orang seperti saya bisa semakin terbuka pikirannya tentang adanya peluang-peluang untuk bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

N di Jakarta

===================


Ibu N di Jakarta,

Senang sekali saya bisa mendapatkan surat dari Anda. Sebetulnya, kalau bicara apakah bisnis jaringan pemasaran itu bagus atau tidak, jawabannya jelas, bisnis itu bagus sekali. Bagus dalam arti bahwa potensi penghasilannya bisa sangat tidak terbatas, sampai bagus dalam arti bahwa bisnis tersebut bisa membantu mengubah sikap dan kepribadian seseorang menjadi lebih baik.


Namun demikian, walaupun banyak orang sudah tahu bahwa bisnis seperti itu bagus, masih saja ada mitos-mitos hal yang menghambat mereka untuk menekuninya. Di bawah ini saya akan menjelaskan beberapa di antaranya, dan bagaimana tanggapan saya terhadap keberatan-keberatan tersebut.


1. Banyak orang yang tidak berhasil dalam bisnis ini


Betul. Banyak orang yang gagal dalam menjalankan bisnis ini, tapi hal ini juga terjadi pada berbagai bidang bisnis lain.


Buktinya, banyak juga kok orang yang berhasil menjalankan bisnis jaringan pemasaran. Masuknya Anda dalam bisnis jaringan pemasaran bukan berarti bahwa itu merupakan jaminan keberhasilan. Anda hanya bisa berhasil dalam bisnis seperti ini kalau Anda bekerja. Masalahnya, banyak orang yang masuk ke bisnis ini mengharapkan bahwa mereka bisa berhasil tanpa perlu bekerja. Itu jelas mustahil.


Jadi, ketidakberhasilan juga terdapat di bisnis apa pun. Kalau Anda mau melihat apakah ada orang yang sudah berhasil dalam menjalankan bisnis jaringan pemasaran, ada banyak pertemuan atau acara-acara yang diadakan oleh para kelompok distributor yang sudah berhasil yang bisa Anda hadiri. Di sana Anda bisa melihat contoh dari orang-orang yang sudah berhasil.


2. Bisnisnya bagus, tapi bukan untuk orang seperti saya


Itu namanya gengsi. Biasanya ada dua macam hal yang menyebabkan orang merasa gengsi dalam melihat peluang bisnis jaringan pemasaran. Gengsi yang pertama adalah karena bisnis jaringan pemasaran melibatkan penjualan secara langsung (direct selling), sehingga banyak orang merasa gengsi dalam menjual.


Menjual dianggap tidak lebih bergengsi dibanding membeli, karena bagi sebagian orang, kegiatan menjual menunjukkan bahwa Anda tidak punya uang, sedangkan kegiatan membeli dianggap jauh lebih bergengsi karena membeli menunjukkan bahwa Anda punya uang.


Boleh-boleh saja kalau seseorang merasa gengsi melakukan kegiatan menjual dan lebih suka membeli saja. Tapi apa yang terjadi kalau Anda terus menerus membeli? Lama-lama uang Anda habis kan? Jadi, seseorang harus menjual untuk bisa mendapatkan sesuatu agar kelak dia bisa terus hidup dan membiayai pengeluaran- pengeluarannya.


Perlu diingat, semua orang hidup dari menjual sesuatu. Seorang dokter menjual jasa kedokteran kepada pasiennya. Seorang karyawan menjual keahliannya kepada perusahaan tempat dia bekerja. Malah pernah ada pepatah yang mengatakan bahwa pada prinsipnya hanya ada dua profesi di dunia ini, yaitu penjual dan pembeli. Penjual menjual sesuatu dan mendapatkan kompensasi berupa uang, sedangkan pembeli mengeluarkan uang untuk mendapatkan sesuatu. Anda pilih yang mana?


3. Saya sibuk dan tidak punya waktu


Kalau Anda datang ke acara-acara yang diadakan oleh para distributor dari perusahaan jaringan pemasaran, Anda bisa melihat bahwa kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang juga bekerja di tempat lain dan sangat sibuk. Beberapa di antara mereka malah memiliki jabatan yang cukup baik di perusahaan tempat mereka bekerja.

Ada yang manajer, ada yang direktur, ada profesional, dan banyak lagi.

Kebanyakan di antara mereka memang menjalankan bisnis ini secara part time atau sambilan, tetapi dengan kadar keseriusan yang sama seperti kalau mereka bekerja di kantor mereka.


Saya seringi melihat bahwa orang yang mengatakan bahwa mereka sibuk, sebetulnya mereka bukannya sibuk, tapi tidak bisa mengatur waktu dengan baik dan tidak melakukan prioritas kegiatan secara benar.


Kalau Anda menganggap bisnis jaringan pemasaran adalah bisnis yang bagus, bahkan bisa memberikan semacam royalti kepada anak cucu Anda, maka Anda pasti akan memprioritaskan waktu Anda untuk bisa menjalankannya, walaupun dengan waktu yang sedikit tiap harinya.


Jadi, tidak ada orang yang terlalu sibuk untuk tidak menjalankan bisnis ini. Yang ada adalah orang yang tidak bisa memprioritaskan waktu kerjanya dengan baik.


4. Ini bisnis piramid, yang masuk duluan pasti penghasilannya lebih besar daripada yang masuk belakangan.


Berdasarkan pengamatan saya, ini bukan bisnis piramid. Kalau Anda masuk di tahun 2010 misalnya, Anda punya kemungkinan berhasil yang sama besar kalau Anda masuk sekarang. Banyak orang menjalankan bisnis ini baru dua tahun lalu sudah bisa berhasil dan mendapatkan penghasilan yang cukup besar, padahal banyak yang belum berhasil walaupun sudah masuk lebih dulu. Jadi, ini bukan bisnis piramid. Mau lihat buktinya? Datang ke acara-acaranya.


5. Saya tidak berbakat menjual dan karena itu tidak bisa menjual


Seperti yang pernah saya tuliskan dalam nomor-nomor yang lalu, Anda tidak perlu punya bakat dan keahlian dalam menjual untuk bisa menjalankan bisnis jaringan pemasaran. Ini karena dalam bisnis jaringan pemasaran, Anda tidak disarankan untuk fokus kepada kegiatan menjual, tetapi lebih kepada menjual sedikit, dan membangun jaringan orang-orang yang juga menjual sedikit.


Sistem yang sudah berhasil bahkan menyarankan agar Anda melakukan presentasi bisnis kepada orang-orang yang sudah Anda kenal, dan dari situ, bila mereka tertarik, mereka akan bergabung dibawah pensponsoran Anda.


Bila mereka tidak tertarik, bisa Anda berikan Brosur Produk dan Daftar Harga untuk selanjutnya Anda layani kebutuhan mereka setiap bulannya akan barang dan jasa Anda. Di situlah Anda tidak perlu punya keahlian menjual. Bahkan kalau Anda juga memakai produknya, Anda bisa dengan mudah menceritakan kelebihan produk tersebut dan menjadi pemakai produk. Bukan berarti menambah pengeluaran, tapi Anda hanya sekadar mengganti merk produk yang biasa Anda pakai di rumah.


Itu saja tanggapan saya Ibu N. Mudah-mudahan sukses selalu menyertai Anda. Selamat menjalankan bisnis jaringan pemasaran.

———-


Sumber : Tabloid NOVA


Inilah Tanda MLM Yang Benar! Versi Safir Senduk


Sekarang, kalau Anda cermat, sebetulnya ada beberapa perusahaan (bahkan cukup banyak) yang menjadi penyedia barang dan jasa agar Anda bisa berbisnis jaringan pemasaran. Perusahaan ini disebut perusahaan penjual langsung yang memasarkan barang dan jasanya melalui sistem MLM (Multi Level Marketing).


Di Indonesia, perusahaan penyedia barang dan jasa untuk bisnis jaringan pemasaran ini (selanjutnya saya sebut Perusahaan MLM), ada banyak sekali. Mulai dari perusahaan yang betul-betul MLM, sampai perusahaan yang bukan MLM, tapi mengaku-ngaku sebagai MLM.


Asal muasal perusahaan-perusahaan MLM tersebut cukup bervariasi. Beberapa ada yang berasal dari Indonesia asli. Namun tak sedikit juga yang tadinya berasal dari Amerika, Inggris, atau bahkan Malaysia. Di antara mereka, ada perusahaan yang memasarkan produk-produk yang spesifik saja (seperti obat-obatan, peralatan makanan, atau asuransi kecelakaan), tapi ada juga perusahaan yang hanya memasarkan produk-produk umum.


Nah, perusahaan MLM mana yang sebaiknya Anda pilih? Ada banyak faktor yang bisa menjadi pertimbangan Anda dalam memilih sebuah perusahaan MLM.


Namun demikian, beberapa tips dibawah ini mungkin bisa membantu:


1. Pilihlah Perusahaan MLM yang tergabung dalam APLI (Asosiasi Penjual Langsung Indonesia).


APLI adalah sebuah asosiasi yang mewadahi berbagai perusahaan MLM. Belum bakunya aturan hukum di Indonesia dalam mengatur penjualan langsung juga mendorong kebutuhan di antara perusahaan MLM menciptakan bersama aturan dan kode etik yang disepakati bersama. Perusahaan yang ingin bergabung dengan APLI harus memenuhi sejumlah persyaratan tadi dan kemudian mendapat sertifikasi. Mereka yang yang menjadi anggota APLI hanyalah perusahaan yang dianggap betul-betul memenuhi syarat sebagai perusahaan penjual langsung dan yang memasarkan jasanya secara MLM.


Karena itulah, lewat APLI kita juga bisa mengenali mana perusahaan yang MLM, dan mana yang bukan. Maklum, saat ini juga ada banyak perusahaan yang bukan MLM namun ikut mengaku-ngaku sebagai MLM untuk menarik dana dari masyarakat. Untuk memperoleh informasi perusahaan mana saja yang terdaftar, Anda dapat menghubungi kantor APLI di Jl. Alam Segar VII/21, Jakarta Selatan, telepon (021) 751-3704.


2. Bila Anda ingin memiliki pembeli atau pelanggan yang terus datang berulang kepada Anda, pilihlah perusahaan yang menyediakan tidak hanya barang dan jasa yang spesifik saja, tetapi perusahaan yang menyediakan barang dan jasa yang banyak dan bervariasi. Dan kalau perlu, yang memberikan jaminan atas kualitas barang dan jasa yang dijualnya. Ini sebetulnya bisa dimengerti mengingat fungsi Anda di sini sebetulnya seperti warung atau toko serba ada. Di mana pun dan apa pun yang dibutuhkan orang, Anda memilikinya.


Di Indonesia, beberapa perusahaan MLM ada yang menyediakan barang dan jasa yang jumlahnya bisa mencapai ratusan. Bahkan dari satu perusahaan yang menjual ratusan produk tersebut, sebagian kecil di antaranya diproduksi sendiri (ekslusif). Sebagian besar di antaranya merupakan produk titipan (general) yang dititipkan oleh perusahaan-perusahaan produsen merk ternama.

Termasuk juga, media cetak! Ada lho media cetak yang menitipkan penjualannya melalui perusahaan MLM. Bayangkan, Anda bisa menjual koran hanya dengan join ke dalam sebuah perusahaan MLM.


Jadi sekali lagi, bila Anda ingin memiliki pembeli atau pelanggan yang terus datang berulang kepada Anda, maka salah satu caranya adalah dengan memilih perusahaan yang menyediakan banyak sekali barang dan jasa, tidak hanya barang. Lebih baik lagi bila mereka berani menjamin kualitas barang dan jasa mereka, entah dengan adanya jaminan uang kembali atau jaminan penggantian barang apabila terjadi kerusakan.arang apabila terjadi kerusakan.


3. Pilihlah perusahaan yang para distributornya memiliki cara atau sistem keberhasilan untuk bisa sukses, di mana sistem tersebut sebaiknya harus sudah teruji dan terbukti mampu mencetak banyak orang menjadi berhasil. Ya, kalau perusahaan menyediakan barang dan jasa yang cukup banyak dan bervariasi, tapi tidak ada langkah-langkah sukses (sistem) yang bisa dijalankan, percuma saja Anda menjalankan bisnis jaringan pemasaran.


Idealnya, sistem tersebut hendaknya bisa dijalankan oleh orang dari berbagai macam latar belakang usia, pekerjaan, pendidikan, jenis kelamin, bahkan oleh mereka yang tidak pernah berbisnis sama sekali! Bila sistem tersebut hanya bisa dijalankan oleh sebagian orang saja, maka mungkin sistem itu tidak begitu baik.


Salah satu ciri bahwa sistem tersebut cukup baik adalah bahwa sistem itu harus bisa dijalankan dan diduplikasi oleh banyak orang di kelompok usaha Anda, di manapun mereka berada, dan apa pun latar belakang mereka.


Sistem yang baik biasanya juga menyediakan alat-alat bantu usaha seperti buku-buku kepribadian, kaset-kaset yang memberikan motivasi dan teknik, serta pertemuan-pertemuan yang bisa dihadiri.

Itu saja beberapa faktor utama yang bisa Anda pertimbangkan.


Pertanyaannya sekarang, kapan Anda akan memulai bisnis jaringan pemasaran milik Anda sendiri? Sekarang mungkin saatnya.





Sumber: perencanakeuangan.com

Tuesday, April 8, 2014

Kupas Tuntas MLM



1. MLM = PENIPUAN

Kalau memang bisnis MLM Oriflame itu PENIPUAN penipuan mana mungkin para leader-leader itu bisa dapat cash award, mobil CRV, BMW dan juga jalan-jalan gratis ke luar negri. Saya sendiri juga sudah membuktikannya tiap bulan di transfer bonus setiap tanggal 4, besarnya bonus sesuai dengan pencapaian kita di bulan itu. Terus cash award senilai 7 juta juga sudah diterima tepat waktu begitu juga seminar gratis di Bali di bulan Februari lalu.

2. MLM = DIKEJAR TARGET

Gak usah takut dengan target, namanya kita hidup pasti selalu ketemu dengan namanya target hanya saja kita tidak menyadarinya saja. SD jangka waktunya 6 tahun, pastinya gak ada yang mau lebih dari itu kan. Itu kan udah namanya target. Trus yang kerja kantoran juga ada ketentuan masuk jam 8 pulang jam 5, itu juga target.

Di Oriflame target kita yang tentukan sendiri dan tidak ada sanksinya , yang ada hanyalah REWARD dan HADIAH kalau target itu tercapai. Target itu sebenarnya adalah IMPIAN kita masing-masing. Kalau merasa impian anda penting untuk diwujudkan maka pegang dan pepet terus target anda.

Kalau kata Mbak Widya Putri, Diamond Director d'BCN title dan segala fasilitas dari Oriflame itu ibarat menu di restoran. Menu Diamond Director :

Appetizer = Cash Award 42 juta

Main Course = Penghasilan 30 juta / bulan

Dessert = Jalan-jalan keluar negri 2x setahun

Untuk mendapatkan menu ini tentu ada harganya , sama seperti kalau kita memilih makan di restoran ekslusif harganya tentu jauh lebih mahal daripada di warteg. Di sini kita bayarnya dengan kerja keras mengejar target.

3. MLM = UPLINE YANG MAKIN KAYA

Nah sering banget nih dengar pernyataan seperti ini, "gak ah ikutan MLM , yang ada cuman nguntungin yang atas-atas aja". Ternyata kata Mbak Vonita Bermana emang benar tuh di MLM Oriflame , upline-nya makin kaya. Tapi tunggu dulu, upline yang seperti apa dulu?

Upline yang mau tupo-rekrut dan bina downline yang akan makin kaya. Yang bantuin downlinenya jadi kaya, dialah yang akan tambah kaya. Jadi sama-sama senang kaan, yang kaya makin banyak, kaya berjamaah.

Saat awal d'BCN berdiri, mbak Nadia jalan2 ke Yunani sendiri. Tahun ini, yang berangkat ke Dubai, dari d'BCN ada 64 orang, itu belum termasuk pasangan yang diajak. Ada yang ngajak pasangan, orangtua dan lain-lain.

4. MLM = GAK BISA UNTUK IBU RUMAH TANGGA "BIASA"

Ibu-ibu rumah tangga yang merasa gaptek , kuper, gak punya pergaulan gak usah kuatir gak bisa sukses di MLM Oriflame. Asalkan mau belajar , bisa meraih suksesnya juga. Karena semua fasilitas sudah disediakan dan didukung oleh jaringan yang solid, asalkan ada kemauan untuk berubah pasti bisa mencapai kesuksesan disini. Contohnya Mbak Hana Hanifah awalnya gabung dia gaptek, gak ngerti email, kuper tapi bisa meraih title Diamond Director dengan penghasilan 30 juta/bulan dan jalan-jalan keluar negri untuk pertama kalinya karena Oriflame. Semua itu karena support dari Oriflame dan d'BCN serta dibarengi keinginan untuk berubah.

5. MLM = KELUAR RUMAH TERUS-TERUSAN

Kata Mbak Safrina Desita :

Saya resign dari kerjaan yang saya tekuni selama 12 tahun.Saat saya mencari bisnis yang bisa mengganti pekerjaan kantor, syarat utamanya adalah bisnis tersebut tidak mewajibkan saya keluar dari rumah.

Alhamdulillah, saya temukan di d'BCN. Saya bener-bener temukan MLM era baru. Cara ordernya, cara rekrutnya...semua bisa dikerjakan secara online.

Boleh kok pilih online atau offline, yang penting dikerjain.

6. MLM = GAK BISA NGOMONG .. KAN SUSAH

Sebenarnya bukannya gak bisa ngomong, sehari-hari juga ngomong kan hehehe. Tenang aja semua bisa dilatih asalkan mau berproses. Di d'BCN semua ilmunya diajarkan termasuk juga salah satunya ilmu ngomong. Kalau awalnya masih belum pede secara langsung bisa menggunakan media online , sekali lagi dengan memanfaatkan support system-nya d'BCN yang lengkap banget. Intinya HARUS MAU BELAJAR, MENGUPGRADE dirinya agar lebih percaya diri. Belajar secara Online melalui e training d'BCN, melalui Facebook Grup yang telah disediakan..

7. MLM = HANYA UNTUK YANG TINGGAL DI KOTA BESAR

Ini juga salah satu mental block yaa. Tidak ada alasan lokasi kita ada dimana, siapapun berhak dan bisa sukses di Oriflame. Contohnya Diamond Director d'BCN Mbak Hargia Murti, yang tinggal di Payakumbuh, jauh dari kantor cabang, jauh dari upline-nya yang ada di Jakarta. Dengan adanya kemajuan teknologi, jarak sudah tidak menjadi masalah lagi.

8. MLM = GAK BUTUH DAN GAK PAKE PRODUKNYA

Banyak yang menolak gabung di Oriflame dengan alasan gak suka dandan, gak pernah pake make up, padahal produk Oriflame gak hanya make up loh, ada lebih dari 600 macam produk Oriflame yang bisa kita pilih. Lagipula yang perlu kita fokuskan adalah success plan-nyaa. Saat gabung di Oriflame, akhirnya Mbak Dina Balirita terbuka juga pikirannya kalau join Oriflame itu gak harus bisa dandan, kalau pada akhirnya mau belajar yaa itu tidak ada paksaan. Yang menarik di Oriflame adalah success plan-nya yang bisa membuat Mbak Dina yang tidak berdandan berpenghasilan 30 juta / bulan.

9. MLM = GAK PEDE ... KAN SUSAH

Gak pede ini juga salah satu mental block yang sebenarnya hanya ada di pikiran kita yang harus kita lawan. Biasanya karena fokus pada kekurangan kita saja makanya jadi gak pede. Gak percaya diri kalau sebenarnya kita bisa. Mbak Metrisca juga awalnya gak pede tapi karena BUTUH akhirnya dilawan rasa gak pede itu. Nikmati Fasilitas d'BCN, Jalani Prosesnya secara Online, lama-lama juga nanti akan bisa karena tuntutan level dan jam terbang menentukan.

10. MLM = GAK ADA WAKTU NGERJAIN

Kata Mbak Ika Merseana :

Menjemput rejeki di MLM memang tidak mudah, karena sudah ada stigma negatif di Masyarakat. Salah satunya tudingan bahwa butuh banyak waktu untuk mengerjakan MLM.

Saya lihat dengan mata kepala sendiri, ada yang ibu rumah tangga bisa berhasil. Ada yang kerja, juga bisa berhasil.Maka pertanyaan sebenernya adalah, "butuh atau nggak".

Semua punya jatah waktu yang sama yaitu 24 jam sehari, asalkan kita me-manage dengan baik pasti bisa dikerjakan. Jadi kembali lagi BUTUH apa ngga dengan Bisnis ini. Kalo BUTUH, maka pasti akan disempat-sempatkan waktunya untuk mengurus Bisnis ini.

11. MLM = GAK BAKAT JUALAN

Kata Mbak Dewi Nurul Satvani :

Sempet maju mundur gabung Oriflame selama 10 bulan.Saya juga sempet berpikir saya nggak bisa jualan. Makanya saat pertama gabung, saya alihkan kebutuhan bulanan ke produk Oriflame. Karena baru pertama gabung, saya belum dapet bonus. Saya mikir dong, pengen dapet untung. Akhirnya saya nekat jualan. Sebarin katalog di kantor. Sembari sebar katalog, saya cerita tentang produk apa aja yang saya pakai.

Gak bakat jualan ini juga salah satu mental block yaa, di Oriflame kita diajarkan untuk SHARING bukan JUALAN. Jadi seperti kita cerita ke teman saja tentang makanan yang enak di salah satu restoran atau tentang film bagus yang baru saja kita tonton , begitu juga dengan sharing produk Oriflame yang bagus kualitasnya.

Investasi aja tiap bulan minimal 20 katalog lalu kita sebarkan ke kenalan kita , kalau dari 1 katalog saja sudah bisa dapat 5 BP maka target 100 BP per bulan sudah tercapai. Apalagi sekarang sudah ada ecatalogue loh, jadi tinggal kita sebarkan lewat social media, email atau blog.

12. MLM = AH , JUAL IMPIAN

Kalau kata Eyang Yulia Riani, SIAPAPUN yang mau BERPROSES, PASTI BISA. Oriflame ga ngasih janji-janji palsu, beneran ngasih, real adanya.

Kita harus berani ber MIMPI BESAR untuk memotivasi kita dalam menjalankan Bisnis ini. Kalopun belum mau bermimpi besar, bisa dimulai dari mimpi kecil dulu, setelah tercapai lalu upgrade impian kita.

Waktu pertama kali ikut OOM , Eyang Yulia juga duduk di barisan belakang, kemarin itu sudah duduk di barisan VIP bersama suami tercinta. Terbukti mimpi itu bisa diwujudkan asalkan kita bekerja keras.

13. MLM = GENGSI AH

Kalo mau SUKSES, harus diBUANG jauh-jauh yang namanya GENGSI...Emang bisa bayar uang sekolah pake gengsi?, bayar cicilan rumah pake gengsi? GA BISA KAN? Oleh karena itu, GENGSI HARUS KITA LAWAN, demi untuk membahagiakan keluarga kita, orang-orang yang kita cintai.Berjualan cukup pake katalog, Kita hanya nawarin orang lain untuk MEMBUKA REJEKI mereka, kita GA BOHONGIN ORANG, BISNISNYA BENERAN ADA, REWARDNYA JUGA ADA. Jadi, kenapa mesti Gengsi??

Buat keluarga dan anak ,masa kita gak mau buang gengsi kita untuk serius jalanin Oriflame?

14. MLM = TERLALU KLISE

Konsultan Oriflame sering dikatain lebay dan dikatain mau jadi motivator karena status-status yang sering dibuat di social media. Emang jadinya klise kalau status-status itu hanya sekedar jargon tanpa diaplikasikan. Tapi kita emang butuh motivasi-motivasi itu. Tentu saja motivator terbaik adalah diri kita sendiri.

Kalau kita melakukan semua yang ditulis di status-status itu tentu jadinya gak lebay, jadinya gak klise. Kata Eyang Astri menyegerakan untuk membahagiakan orang tua. Gak Pake Tapi, Gak Pake Nanti untuk masa depan anak-anak yang cerah.

Jadi PERBANYAK ACTION nya BUKAN MALAH MEMPERBANYAK MENCARI ALASAN, MENGEJAR MALASNYA.

Di Oriflame, kita tidak boleh sombong. Mau dia lulusan SD, SMP, SMA, S2 sekalipun, harus tetap MAU yang namannya BELAJAR. Oriflame adalah Universitas Kehidupan. Efeknya komplit, jadi kaya hati, jiwa dan Materi tentu aja mengikuti. Dan yang terpenting juga harus BERKAH, BERLIMPAH, MANFAAT..BERKAH dalam artian berhasil karena Allah, jadi diupayakan, dijemput, ga boleh santai-santai.BERLIMPAH dalam artian tidak hanya cukup, karena kalo cuma cukup, kita berarti egois, hanya mau untuk diri kita sendiri. Jadi harus Berlimpah agar dapat membantu orang lain.BERMANFAAT dalam artian yang kita lakukan di bisnis ini harus bisa memberikan manfaat untuk orang lain.

15. MLM = BIKIN BERANTEM SAMA KELUARGA

Contohnya adalah duo sisters Mbak Dian dan Mbak Eka yang kakak beradik berhasil meraih title Executive Director dalam waktu hampir bersamaan. Gak usah gabung MLM aja , kakak beradik emang kadang pasti ada perselisihan, yang penting fokus pada solusinya dan sama-sama berjuang untuk tujuan yang sama.

16. MLM = GAK ADA RUGINYA DICOBA

Ya pastinya dong, modal awal hanya 49.900 langsung bisa dapat web gratis beserta eTraining, video-video training dan mentor bisnis. Jadi gak ada salahnya dicoba , siapa tahu ini adalah jalan rejeki kita.

By : Doris Aminah Nasution

Wednesday, February 12, 2014

Promo February kelanjutan Promo January 2014

Cihuuuyyyy.... Oriflame bener-bener keren deh. Promo jam tangan dibulan lalu lanjut lagi lho dibulan ini.


Keren yaaa... Aq udah terima lho hadiah dari promo Januari kemaren. Jam Tangan dan Cincin nya cantiiiiiiikkkkkkkkkkkk BUANGET. Langsung jatuh cinta deh pokoknya. Bulan ini konon katanya bulan kasih sayang. Yaaa sekalian aja kasih buat orang-orang tersayang. Mom... This Beautiful Watch is Yours now. Muach.

Adalagi promo baru untuk bulan Februari ini. Jadi Double gitu deehhh.... Ehhh Triple ding.. hehehe.

Nahhh kalo yang ini aq mo kasih ke yang terdekat ah. Mudah-mudahan dia suka. Aku aja cewek suka liat gantungan kuncinya. Keren gitu. Kalo dia ga suka ya bisa buat gw aja dulu. :D hehehe..

Makasi Oriflame.... Makin cinta deh pokok nya <3 nbsp="" p="">


Friday, January 10, 2014

Promo Januari 2014

Telat siiii kalo posting cuma mo bilang Happy New Year ato share tentang resolusi tahun ini. :D
Sekarang ini saya mau share tentang Promo Januari 2014 nya Oriflame aja deh. Mudah2an ada yang tertarik ;)
Promo nya seruuuuuuu deh... Bukan cuma untuk non member aja, tapi juga untuk member lama. Hwaahhh... jadi semangat d...
Untuk bulan ini ada promo Jam tangan dan cincin cantik dari Oriflame untuk member yang berhasil mengumpulkan 200 Bussiness Point. Bagi yang berhasil mengumpulkan 175 BP aja tetap bisa dapetin Jam tangannya.

Ini lho penampakannya :


Cantik yaa... Saya mo kejar ini mudah2an dapet. Mo kasih buat mama tercinta. Oriflame baiiiikkkkk banget dehhh.....