Mo share sedikit nih tentang kisah awal saya bisa sampai di kota besar yang bernama Jakarta. Perkenalkan saya seorang gadis yang lahir di sebuah dusun di Sumatera Barat yang kelahirannya dibantu oleh seorang dukun beranak dan kemudian diboyong oleh Orang tua tercinta ke ibu kota Sumatera Barat (Padang), tumbuh dan besar di Padang. Setelah terkurung selama lebih dari 20 tahun di Padang memilih untuk melanglang buana di kota besar ini.
Sebuah ketidaksengajaan awalnya. Niat ingin sekedar liburan tapi ternyata bertemu takdir untuk mencari nafkah disini. Luar biasa terkaget nya melihat betapa beragamnya kehidupan di Jakarta. I kinda love it. The varieties of Ethnics, Style, Passion and Culture. Saya yang terbiasa bertemu dengan orang-orang yang berpola pikir seragam, merasa kagum dan sangat merasa bersyukur bertemu dengan beragam nya pola pikir yang memancing rasa ingin tahu saya untuk bisa mempelajari semuanya.Saya hauuusssss.... Saya Lapaarrrrr.... :D
Statement yang menyatakan JAKARTA ITU KERAS adalah statement yang sangat benar. Bagaimana tidak? Dari sisi psikologis saja sudah ketahuan betapa hidup dikota besar ini kita dituntut untuk mampu bersaing dengan orang sekitar. Mulai dari persaingan untuk mendapatkan lahan tempat tinggal, pekerjaan hingga makanan.
Tapi saya melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang positif. Karena memang sewajarnya lah manusia itu harus berjuang untuk hidup nya. Betapa banyak pejuang kehidupan di Jakarta ini. Saya lebih sering dipetemukan dengan orang-orang hebat ketika saya di Jakarta dibandingkan dengan saat saya di Padang dulu. Thanks Allah for this chance. Tapi bukan berarti juga orang-orang yang saya temui di Padang bukan orang-orang hebat lho yaaa,,, Orang hebat dalam kacamata saya adalah Orang-orang yang tidak hanya mampu menyelesaikan koflik hidupnya, tapi juga mereka yang mampu menjadi inspirasi bagi sekitar. Statement Jakarta itu Keras lah yang menciptakan orang-orang hebat. Yang lebih hebatnya lagi, mereka tidak sadar jika mereka telah menghebatkan dirinya.
Anda mungkin bertanya kenapa saya tidak melirik segi kriminalitas yang terjadi di Jakarta?
*Senyum ^_^
Saya juga pernah kok jadi korban kejahatan di Jakarta. Lalu apakah saya masih melihat para penjahat itu sebagai orang yang hebat juga dan patut menjadi contoh? Bagaimana dengan pengemis di jalanan yang dengan mudah nya menengadahkan tangan untuk menyambung hidupnya. Ya. Bagi saya mereka orang-orang hebat. Hanya cara mereka mencari solusi sedikit berbeda. Sudahlah, fokus saja memperbaiki diri kita sendiri. Kenapa kita mesti mengeluarkan energi untuk mencaci dan menjelekkan golongan lain. Toh saya pribadi belum tentu lebih baik dari mereka. Saya tidak pernah tahu kenapa mereka sampai memilih jalan itu. Jadi berdoa saja, semoga kita semua segera dituntun menuju jalan yang benar dimata Allah.
Goals yang ingin saya capai di Jakarta ini adalah menjadi seorang calon ibu yang tangguh dari sisi fisik, mental dan financial untuk putra putri saya nantinya. Ibu yang cerdas karena pengalaman bertemu orang-orang hebat. Ibu yang penuh kasih sayang yang siap memberikan pelayanan terbaik. Sampai sekarang pun saya masih ingin belajar lebih banyak lagi di kota besar ini. Sambil terus memperbaiki diri menjadi anak yang lebih berbakti bagi kedua orang tua saya. Selain itu saya juga masih terhitung sangat baru dalam dunia Rumah Tangga. (Pengantin baru ceritanya.. Hehe.. :D
Terimakasih Yaa Raab atas kesempatan yang luar biasa yang Engkau berikan ini. Apakah Jakarta cukup bagiku? Tidak. Engkau Maha Tahu isi hati hambaMu ini. Betapa hamba ingin menyicipi lebih banyak lagi kehidupan di luarsana. Bumi Mu tidak hanya Jakarta. Izinkan suatu saat nanti hamba bisa menjelajahi setiap negri di bumi ini. Izinkan hamba membahagiakan orang-orang tercinta hamba. Izinkan pula hamba menjadi pribadi yang dapat mereka banggakan. Aamiin.
No comments:
Post a Comment